Capung masuk rumah kerap disebut jadi pertanda datangnya kesialan. Meski begitu, ada pula yang menganggap kedatangan capung ke dalam rumah merupakan keberuntungan.
Capung sendiri sering dijumpai di kawasan yang berada dekat dengan sumber air seperti sungai, sawah, maupun danau. Tak jarang, hewan yang satu ini kerap digunakan sebagai indikator dari kualitas air. Berdasarkan penelitian, sumber air yang dihinggapi capung memiliki kualitas air yang bagus.
Berikut ini beberapa mitos capung menurut blogunik.com
1. Mitos Capung Masuk ke Rumah Saat Siang Hari
Capung yang datang ke rumah pada waktu yang berbeda ternyata memiliki pertanda berbeda pula. Jika ada capung yang masuk ke rumah pada siang hari, maka hal itu dipercaya dapat memberikan berkah serta keberuntungan bagi penghuni rumah. Menurut penelitian, jika capung masuk saat siang hari, maka itu pertanda datangnya musim hujan setelah musim kemarau yang berkepanjangan.
2. Mitos Capung Masuk Rumah pada Malam Hari
Kedatangan capung ke dalam rumah secara tiba-tiba pada malam hari disebut akan menjadi tanda datangnya kesialan. Menurut mitos yang beredar, kabar buruk itu bisa saja menimpa salah satu anggota keluarga yang ada di rumah tersebut.
Masyarakat Toba bahkan percaya jika mitos capung masuk rumah ini adalah bentuk kiriman orang yang berniat jahat. Tujuannya adalah untuk mencelakai salah satu anggota keluarga dan membawa petaka.
Untuk itu, kebanyakan masyarakat Toba biasanya tidak akan berani membunuh capung yang masuk ke rumah. Sebab, hal itu bisa saja memberikan petaka kepada si pembunuh capung.
Cara Mencegah Capung Masuk Rumah
Untuk menghindari kedatangan capung ke rumah pada malam hari yang disebut membawa sial, ada beberapa cara yang bisa dilakukan menurut kibrisdpr.org.
1. Membersihkan Sumber Air
Adanya genangan air di dalam berbagai wadah yang berada di rumah membuat habitat nyamuk jadi berkembang pesat. Tentu hal itu akan memancing kedatangan capung karena nyamuk merupakan sumber makanan untuk mereka. Hal itu akan membuat kondisi ini menguntungkan bagi capung.
Selain itu, hewan yang satu ini juga berkembang biak di genangan air dengan bertelur. Untuk itu, sebaiknya bersihkan lingkungan rumah secara rutin dan keringkan genangan-genangan air dalam wadah atau tutup permukaannya. Terlebih lagi jika kamu memiliki kolam ikan di rumah, hal itu berpotensi jadi tempat berkembang biak capung.
2. Mengurangi Tumpukan Barang
Barang-barang menumpuk juga menjadi habitat yang nyaman bagi nyamuk, salah satunya adalah baju. Jika nyamuk betah berdiam di dalam rumah, maka besar pula kemungkinan capuk untuk masuk ke dalam rumah.
Meskipun capung ini bisa membasmi nyamuk di rumah, namun jika mereka hadir dalam jumlah yang banyak, tentu akan mengganggu juga. Untuk itu, bersihkan rumah secara rutin dan buang barang-barang yang sekiranya hanya dibiarkan menumpuk tanpa manfaat. Selain ampuh untuk mengusir capung, nyamuk pun enggan berkembang di rumahmu dan meminimalkan terjadinya penyakit demam berdarah (DBD).
3. Memelihara Hewan Lain
Untuk mengusir capung di kolam ikan, kita juga bisa memelihara hewan lainnya. Sebaiknya, pelihara hewan yang sesuai dengan rantai makanan agar rumah tidak menjadi sarang capung. Peliharalah hewan sesuai dengan rantai makanan, supaya hewan yang kamu pelihara memakan telur capung. Kita bisa memelihara ikan apa pun yang dapat memakan capung.
4. Menata Ulang Taman Rumah
Jika kita menemukan banyak capung yang beterbangan, bisa jadi karena terdapat sumber makanan alias nyamuk di rumahmu. Selain itu, bisa juga karena terdapat tempat untuk berkembang biak bagi mereka seperti taman rumah. Untuk itu, kita bisa mengidentifikasi kedatangan capung dengan melakukan penataan ulang taman di rumahmu.
Itulah beberapa cara mencegah capung masuk ke dalam rumah yang bisa dilakukan. Semoga informasi ini bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar