Selasa, 24 Agustus 2021

PERBEDAAN CLUSTER DAN PERUMAHAN JENIS LAINNYA

Properti khususnya hunian merupakan salah satu kebutuhan pokok. Apalagi harganya yang terus naik, sehingga makin menyulitkan banyak orang untuk bisa punya hunian. Pemerintah pun melakukan berbagai upaya untuk bisa membantu masyarakat guna memenuhi kebutuhan ini, salah satunya lewat program rumah bebas PPN. Di sisi lain, program seperti ini juga membuat para developer properti semakin gencar menawarkan rumah cluster dan perumahan jenis lainnya pada masyarakat.

Setiap jenis perumahan mempunyai konsep yang berbeda, mulai dari tipe, desain, hingga harganya. Setidaknya, ada tiga jenis perumahan yang cukup populer di Indonesia, di antaranya adalah cluster, residence dan townhouse. Tentunya, ketiga jenis itu memiliki perbedaan, bahkan sampai memengaruhi harga yang ditawarkan juga. Meski begitu, tetap saja banyak orang yang masih bingung untuk membedakan ketiga jenis perumahan tersebut.

Agar tidak keliru lagi, berikut informasi tentang perbedaan antara cluster, residence,  dan town house.

KONSEP

Pertama-tama, kita bahas dulu perbedaannya dari segi konsep yang ditawarkan.

Cluster adalah perumahan yang dibuat di satu lingkungan yang sama dengan desain yang serupa. Selain itu, jarak antar rumah di dalam klaster tidak dibatasi oleh pagar. Pembatas yang biasa digunakan adalah tembok beton berukuran pendek.

Sementara itu, residence biasanya mengusung desain yang sederhana dan minimalis dengan tipe dan ukuran rumah yang seragam. Residence juga memiliki tipe dan ukuran yang sama dan memiliki letak yang berdampingan antara satu rumah dengan rumah lainnya dalam satu kompleks yang sama.

Berbeda dengan keduanya, townhouse adalah kompleks hunian yang lebih eksklusif karena hanya terdiri dari beberapa unit saja. Jenis hunian yang satu ini lebih diminati oleh para ekspatriat.

LETAK

Cluster umumnya berada di kawasan perkotaan yang ramai atau kawasan khusus yang dijadikan permukiman. Sementara hunian dalam residence berada di wilayah sub-urban atau pinggiran kota-kota besar. Sedangkan townhouse biasanya terletak di wilayah eksklusif di tengah kota-kota besar.

JUMLAH RUMAH

Perumahan cluster biasanya berisi ratusan rumah, jumlah yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan rumah yang ada pada residence. Sedangkan perumahan townhouse, seperti yang disinggung sebelumnya, hanya menawarkan belasan hingga puluhan unit saja di dalamnya.

SUASANA PERUMAHAN

Perumahan cluster sendiri sering merujuk pada rumah dengan model terbuka tanpa ada pagar yang mengelilinginya. Ciri khas dari perumahan ini adalah seluruh wilayahnya yang dikelilingi oleh tembok tinggi dan hanya terdapat satu gerbang (one gate system) dengan petugas yang berjaga.

Sementara itu, perumahan residence berada di pinggir kota yang memiliki lingkungan asri dan bebas dari polusi. Perumahannya pun lebih sederhana jika dibandingkan dengan perumahan cluster. Sedangkan untuk townhouse, suasana yang ditawarkan lebih privat dan tenang karena jumlah unit yang jauh lebih sedikit ketimbang cluster dan residence.

FASILITAS

Cluster merupakan hunian dengan kualitas premium. Tak heran kalau perumahan ini dilengkapi dengan sejumlah fasilitas yang canggih seperti fitur smart home.

Tentunya, fitur tersebut dapat memberikan kenyamanan serta kemudahan bagi para penghuninya. Selain dilengkapi oleh sistem keamanan 24 jam dan one gate system, cluster juga dilengkapi CCTV.  Ditambah lagi, terdapat petugas yang berjaga dan berpatroli di kawasan kompleks perumahan.

Sementara untuk perumahan residence, hanya tersedia fasilitas umum yang biasanya terdapat dalam sebuah perumahan, seperti pos keamanan, masjid dan taman bermain. Sedangkan untuk townhouse, fasilitas yang ditawarkan biasanya jauh lebih lengkap jika dibandingkan dengan cluster. Fasilitas umum yang biasa ditemukan di dalam sebuah townhouse meliputi trek jogging, taman, club house dan masih banyak lagi.

HARGA

Melihat sejumlah fasilitasnya, harga perumahan town house pun ditaksir lebih mahal jika dibanding perumahan cluster dan residence. Harga perumahan residence sendiri relatif lebih murah. Hal ini dipengaruhi oleh fasilitas dan bahan baku yang digunakan untuk membangun huniannya.

Demikian sejumlah perbedaan cluster dan perumahan lainnya yang belum banyak diketahui orang-orang. Semoga informasi di atas bermanfaat!

Referensi dari:
https://www.rumah123.com/panduan-properti/beda-cluster-dan-perumahan-lain

STRATEGI BERNEGOSIASI DENGAN PENJUAL RUMAH

Banyak cara yang bisa dilakukan dalam proses membeli rumah impian. Ada yang bisa membeli rumah dengan KPR  (Kredit Kepemilikan Rumah), bisa membeli rumah bekas, atau bahkan bisa membeli rumah secara tunai. Untuk yang berencana membeli tunai atau membeli rumah bekas, biasanya ada cara untuk bernegosiasi, agar harga rumah yang diinginkan bisa sesuai kemampuan dan keinginan.

Tapi sebelum melakukan transaksi jual beli rumah, tidak ada salahnya untuk mempelajari terlebih dahulu cara bernegosiasi. Supriyadi Amir dalam bukunya "Sukses Membeli Rumah Tanpa Modal" terbitan Laskar Aksara, terdapat sembilan strategi yang bisa kita pelajari untuk diterapkan.

1. Ketahui Harga Pasar

Jika rumah pilihan sudah ditemukan, pastikan cocok dengan harga yang ditawarkan pemilik. Untuk tahu bahwa harga rumah yang ditawarkan cocok atau tidak, ada baiknya mengetahui lebih dulu harga pasaran untuk rumah dengan tipe dan ukuran yang sama di kawasan tersebut. Tentu saja, jangan abaikan juga kondisi rumah yang dikomparasikan agar kalkulasi tidak meleset.

2. Jangan Terbawa Emosi

Kita harus tetap melihat rumah yang sudah dipilih itu secara obyektif. Jika terlalu terbawa perasaan, dalam artian sangat menyukai rumah tersebut, maka hal itu tidak akan menguntungkan. Sekali melibatkan emosi dalam bernegosiasi, harga jual rumah tidak akan memberi keuntungan.

3. Bersiap Kompromi

Yang harus dipahami adalah, tidak ada negosiasi tanpa kompromi. Namun dalam berkompromi, usahakan agar kendali tetap di tangan kita. Bersikaplah fleksibel. Ajukan penawaran harga setelah survei. Biasanya, kita akan tergoda dan segera memberikan penawaran setelah tertarik pada sebuah rumah. Sebaiknya tidak melakukan itu. Manfaatkan tiga atau empat kali survei untuk analisis perhitungan sekaligus tarik ulur dengan penjual.

4. Dasar Penawaran dari Cash Flow

Setiap hendak melakukan penawaran, kita perlu menghitung potensi keuntungan. Mulai perbandingan harga pasar, harga likuidasi sampai harga transaksi. Dengan demikian, kita bisa memperkirakan potensi cashback yang bisa didapatkan. Selanjutnya, hitung potensi cash flow. Dari hasil perhitungan itulah kita bisa beri penawaran yang layak.

5. Tentukan Batas Maksimal Penawaran

Investor yang baik adalah mereka yang sudah melakukan persiapan sebelum bernegosiasi. Dengan demikian, ketika negosiasi berlangsung, kita sudah menentukan batas maksimal harga penawaran. Namun, jika penjual terlihat sulit menerima harga di bawah batas maksimal, sebaiknya negosiasi dihentikan supaya tidak membuang waktu.

6. Jangan Sebut Harga Lebih Dulu

Jangan pernah kita menjadi yang pertama menyebut harga. Biarkan penjual menyebutkan harga jual serta berapa batas akhir penawarannya. Biasanya, setelah itu penjual akan menanyakan harga penawaran.

7. Tawar Lebih Rendah

Ketika mengajukan penawaran, berikan angka lebih rendah dari harga transaksi yang diinginkan. Misalnya, ingin bertransaksi di angka Rp 1 miliar, maka ajukan penawaran pada kisaran Rp 600 juta - Rp 800 juta. Dengan demikian, ada rentang Rp 200 juta - Rp 400 juta yang bisa digunakan untuk bernegosiasi.

8. Jangan Mau Dipengaruhi

Biasanya, pengaruh akan muncul dari broker atau penjual saat pertama kali melihat rumah.  Jika kita tidak mempunyai pengetahuan lengkap mengenai properti, sesungguhnya keputusan tersebut adalah keputusan broker atau penjual. Di sinilah pentingnya waktu 3 - 4 hari sebelum mengajukan penawaran. Karena, kita dapat memanfaatkan waktu untuk mendapatkan informasi lengkap.

9. Meminta Tenggang Waktu

Setelah disepakati, masih ada negosiasi lanjutan berkaitan dengan jangka waktu pembayaran. Pembiayaan yang dibantu oleh bank membutuhkan waktu sekitar 1 bulan. Jadi, kita harus meminta tenggang waktu lebih lama untuk proses pencairan tersebut. Biasanya, penjual akan memaklumi dan menerima permintaan tersebut.

Itulah tips untuk Anda yang berencana membeli rumah bekas atau baru. Semoga bermanfaat...

Referensi dari:
https://www.rumah123.com/panduan-properti/tips-negosiasi-rumah

TIPS MENGHINDARI PENIPUAN MEMBELI RUMAH INDEN

Rumah inden adalah proyek hunian yang masih berupa rancangan dan belum siap dibangun apabila belum memenuhi kuota pembelian. Rumah inden dibanderol harga lebih murah dibanding rumah siap huni.

Setelah tahu untung dan rugi membeli rumah inden, di bawah ini akan dibahas tips-tips membeli rumah inden dengan aman.

Teliti Memilih Hunian

Ketika kita datang ke pameran sebaiknya cek kembali keterangan yang tertera di dalam brosur. Kita harus memperhatikan developer, lokasi dan fasilitasnya. Jika sudah teliti di awal, kita bisa terhindar dari kasus penipuan seperti yang disinggung sebelumnya.

Cek Track Record dan Legalitas Developer

Jangan asal pilih hunian inden, apalagi jika developer-nya belum memiliki track record atau bermasalah. Ada baiknya kita cek kredibilitasnya dengan memastikan developer terdaftar di sistem registrasi resmi. Langkah jitu ini bisa melindungi kita dari kasus kejahatan properti.

Pastikan Legalitas Bangunan

Tidak ada salahnya kita menanyakan legalitas pembangunan ke pihak developer, pastikan apakah bangunan memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Cek juga dokumen-dokumen dan sertifikat SHM dan HGB yang dimiliki oleh pihak developer. Karena sertifikat ini juga akan menjadi syarat pengajuan KPR inden ke bank. Jika developer tak mampu menunjukkan legalitas, sebaiknya kita pilih developer lain yang lebih terpercaya.

Tinjau Langsung Pembangunan

Tips yang terakhir adalah mendatangi lokasi dan memantau langsung proses pembangunan rumah. Lewat cara ini, kita dapat mengantisipasi kecurangan dan hal-hal yang tak diinginkan pada penggunaan material dan sebagainya. Meninjau langsung pembangunan pun akan memastikan jangka waktu hunian akan selesai pada waktu yang tepat.

Itulah segala informasi yang perlu diketahui jika ingin membeli rumah inden. Harga terjangkau memang menjadi keunggulannya yang paling menarik.

Semoga informasi ini bermanfaat...

Referensi dari:
https://www.rumah123.com/panduan-properti/tips-beli-rumah-inden

KERUGIAN MEMILIH RUMAH INDEN

Rumah inden adalah proyek hunian yang masih berupa rancangan dan belum siap dibangun apabila belum memenuhi kuota pembelian. Jadi kita bisa membeli rumah inden meskipun belum siap huni dan belum ada wujud fisik bangunannya.

Jika rumah inden memiliki keuntungan yang tak bisa ditolak, maka  berikut ini beberapa kerugian yang juga harus jadi bahan pertimbangan.

• Belum Siap Huni

Bagi yang membeli rumah inden mungkin harus bersabar untuk bisa menghuni rumah. Pasalnya, masa pembangunan rumah inden ini bervariasi, tergantung pilihan rumah. Untuk rumah 1 tingkat bisa menghabiskan masa pembangunan 12 bulan dan untuk rumah 2 tingkat bisa 18 hingga 24 bulan.

• Desain Rumah Tak Sesuai Kesepakatan

Adakalanya membeli rumah inden tak sesuai dengan yang ada di brosur saat penawaran. Misalnya tak sesuai ukuran dan spesifikasi bangunan, sehingga mengharuskan untuk melakukan renovasi.

• Developer Gagal Bangun Hunian

Kerugian terakhir yang paling banyak dialami oleh hunian inden adalah pembangunan rumah dihentikan oleh developer. Alasan terhenti dan gagal bangun rumah ini disebabkan oleh beberapa hal seperti terlibat sengketa tanah, legalitas tak sah, hingga penipuan dari pihak developer. Agar terhindar dari gagal bangun, kita perlu cek kembali track record developer.

Semoga informasi ini bermanfaat ya...

Referensi dari:
https://www.rumah123.com/panduan-properti/tips-beli-rumah-inden

KEUNTUNGAN MEMILIH RUMAH INDEN

Rumah inden adalah proyek hunian yang masih berupa rancangan dan belum siap dibangun apabila belum memenuhi kuota pembelian. Jadi kita bisa membeli rumah inden meskipun belum siap huni dan belum ada wujud fisik bangunannya.

Untuk yang ingin tahu apa saja sih kelebihan yang ditawarkan ketika ingin membeli hunian inden, berikut ini uraian lengkapnya!

• Harga Lebih Murah

Karena belum memiliki wujud fisik bangunannya, harga yang ditawarkan relatif murah dibandingkan dengan rumah ready stock. Selain itu, faktor lokasi pembangunan dan infrastruktur juga menjadi patokan dalam penawaran hunian. Perbandingan harga yang ditawarkan pun biasanya cukup besar, tergantung dari lokasi dan tipe rumah yang akan dibangun.

• Bebas Pilih Posisi Rumah

Berbeda dengan rumah siap huni yang sudah ditentukan posisinya, di rumah inden kita bisa bebas memilih posisi hunian yang diinginkan. Jadi tak perlu risau jika ingin memilih letak rumah paling pojok, rumah hook, dekat pintu masuk atau di tengah-tengah.

• Banyak Promo Menarik

Promo yang ditawarkan dapat berupa diskon, cicilan hunian, hingga hadiah dari pihak developer. Jangan lewatkan promonya untuk mengurangi biaya uang muka ya!

• Dapat Dicicil

Siapa bilang rumah inden tak bisa dicicil??? Banyak pilihan cicilan dengan masa tenor maksimal 24 bulan jika mengambil rumah dengan KPR syariah.

• Pembangunan Dapat Dipantau

Ingin tahu progres pembangunan rumah? Kita bisa datang langsung ke lokasi untuk melihat progres pembangunan. Hal ini dapat membuat kita semakin percaya dan dapat menghitung berapa lama hunian akan selesai dibangun dan siap dihuni.

• Request Desain Rumah

Karena masih dalam tahap pembangunan, kita dapat mengubah atau menambahkan tampilan desain rumah yang diinginkan. Tapi perlu diingat untuk hal ini harus menggunakan biaya sendiri seperti biaya jasa arsitek.

• Investasi yang Menguntungkan

Rumah inden yang awalnya dibeli dengan harga murah akan memiliki nilai yang terus naik sehingga bisa jadi aset investasi menguntungkan. Alasan inilah yang membuat banyak orang memburu rumah inden ketimbang rumah ready stock.

Semoga informasi ini bermanfaat ya...

Referensi dari:
https://www.rumah123.com/panduan-properti/tips-beli-rumah-inden

KENALAN DENGAN ISTILAH RUMAH INDEN

Saat mencari informasi rumah dijual, kita mungkin mengumpulkan banyak brosur dan informasi dari berbagai sumber. Diantara informasi tersebut, kita pernah melihat tawaran sebuah komplek perumahan yang belum dibangun. Sebenarnya ada dua pilihan hunian yang umum dipakai dalam pembangunan dan pemasaran, yakni ready stock dan inden. Dua pilihan rumah dijual ini pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Bagi yang memiliki dana lebih dalam membeli rumah tentu saja sebaiknya pilih hunian ready stock. Namun bagaimana kalau memiliki dana pas-pasan? Tak perlu khawatir, kita bisa memilih rumah inden sebagai alternatif. Rumah inden dibanderol harga lebih murah dibanding rumah siap huni. Namun ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum membelinya.

Rumah inden adalah proyek hunian yang masih berupa rancangan dan belum siap dibangun apabila belum memenuhi kuota pembelian. Jadi kita bisa membeli rumah inden meskipun belum siap huni dan belum ada wujud fisik bangunannya. Masa pembangunan hunian inden rata-rata 12 sampai 24 bulan untuk siap dihuni oleh pembeli.

Dalam skema pembelian rumah inden, kita bisa menggunakan beberapa cara untuk membelinya. Mulai dari pembelian via agen properti, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) ke developer hingga KPR syariah ke bank. Alasan developer menjual rumah inden, yaitu mereka mengandalkan kucuran dana dari pembeli untuk membangun sebuah rumah.

Nah, biasanya developer akan bekerja sama dengan bank untuk menyediakan fasilitas pinjaman. Pembayaran KPR bagi rumah inden pun biasanya diterima pengembang sejak akad kredit rumah ditandatangani. Pengembang dapat melakukan pembangunan setelah proses KPR rumah inden selesai, jadi tetap ada pembayaran meskipun pembangunan belum dilaksanakan.

Semoga informasi ini bermanfaat ya...

Referensi dari:
https://www.rumah123.com/panduan-properti/tips-beli-rumah-inden

PERHATIKAN HAL INI SEBELUM NEGOSIASI RUMAH BEKAS

Bagi sebagian masyarakat, membeli rumah bekas dapat menjadi alternatif untuk memiliki hunian dengan harga yang lebih terjangkau. Rumah bekas atau primary biasanya dijual dengan harga lebih murah dan memiliki harga yang lebih fleksibel karena telah dipakai sebelumnya. Salah satu keuntungan membeli rumah bekas yaitu pajak bangunan yang lebih murah hingga lebih mudah diajukan sebagai syarat KPR.

Tak hanya keuntungan, jika membeli rumah bekas, kita memerlukan berbagai pertimbangan matang dan tentunya jeli memeriksa berbagai hal sebelum memutuskan untuk membelinya. Karena, kita mungkin akan menempati rumah ini untuk waktu yang lama ke depannya, tidak seperti sewa rumah dengan kurun waktu yang singkat.

Sebelum melakukan transaksi pembelian, biasanya kita akan melakukan negosiasi terhadap harga rumah yang diincar. Berikut hal-hal penting yang harus diperhatikan sebelum negosiasi rumah bekas.

• Kondisi Bangunan
Kondisi bangunan adalah hal pertama yang wajib diperiksa saat hendak membeli rumah. Kita dapat memeriksa kondisi rumah secara menyeluruh meliputi pondasi, struktur bangunan, lantai dan atap. Adakah bagian dinding retak atau lembab. Lalu apakah ada tanda serangan rayap atau besi yang sudah sangat berkarat sehingga memerlukan perbaikan. Selain itu, kita harus memeriksa kondisi bangunan secara menyeluruh dan jika rumah tersebut memiliki kondisi kurang dari 50%, kita bisa mengajukan renovasi kepada penjual agar setelah melakukan pembelian bisa langsung menempati rumah dengan nyaman.

• Denah Bangunan 
Tips yang kedua adalah memastikan informasi denah bangunan dengan tepat dan jelas. Mintalah denah rumah terakhir apabila pemilik memilikinya. Periksa semua ruangan yang ada di denah tersebut, apakah cocok jumlah dan ukurannya ataukah ada ruangan yang hilang. Ini berguna untuk penempatan perabotan dan manajemen ruangan keseluruhan. Selain itu, hal tersebut pun bisa menjadi patokan untuk mengetahui secara jelas keseluruhan rumah yang ingin dibeli.

• Usia Bangunan dan Kelengkapan Fasilitas 
Tips yang selanjutnya harus memastikan dan memeriksa berbagai kondisi seperti eksternal dan internal rumah meliputi lingkungan yang bebas banjir, kelengkapan fasilitas hingga usia bangunannya. Tanyakan usia bangunan, kapan renovasi terakhir, apa yang direnovasi dan mengapa direnovasi, sebelum membelinya. Kitapun bisa memeriksa daya dan distribusi serta sambungan listrik. Rasakan sirkulasi udara di setiap ruangan, bila sumpek, apakah bisa diperbaiki dengan mudah atau harus dipasang AC. Periksa intensitas cahaya di setiap ruangan. Kita bisa memeriksa sumber air, airnya apakah bagus, bisa dipakai untuk minum, mandi atau mencuci mobil. Periksa jalur pembuangan sisa rumah tangga dan  WC, apakah masih lancar. Cek di mana posisi septic tank, dimana tempat pembuangan sampah dan jadwal pengambilannya. Periksalah juga jalur gas dengan cara yang sama dengan pipa air, apakah ada bau gas yang terasa di ruangan yang jauh dari dapur.

• Kondisi Lingkungan 
Kondisi lingkungan menjadi faktor yang tentunya wajib diperhatikan saat hendak membeli rumah baik rumah baru atau rumah bekas. Kita bisa memulainya dengan mencari tahu siapa saja tetangga kita dan sudah berapa lama mereka tinggal di situ. Kita harus bisa memastikan akses jalan yang mudah hingga akses transportasi untuk menuju rumah tersebut. Pastikan kita mendokumentasikan semua kekurangan yang ditemui sebagai bahan perundingan harga, dan sampaikan itu sebelum mengajukan penawaran harga.

• Periksa Tagihan yang Ada 
Ini adalah hal paling penting yang perlu dipastikan. Kita wajib menanyakan berbagai tagihan pemilik lama, apakah telah membayar semua kewajibannya atau belum. Tagihan yang perlu diperhatikan meliputi tagihan listrik, telepon, PDAM, retribusi kebersihan dan keamanan, PBB tahun berjalan dan lain-lain.

• Periksa kembali status kepemilikan
Ini satu tahap yang sangat penting. Ketahui alasan pemilik menjual rumah, siapa nama yang tercantum di sertifikat, apa hubungannya dengan penjual, dan lain-lain. Kita bisa menanyakan IMB nya. Salah satu syarat pengajuan KPR adalah IMB. Jadi pastikan rumah tersebut memiliki IMB. Karena ada biaya tambahan jika IMB tersebut tidak dipegang lagi oleh pemilik. Golongan pemugaran bisa dilihat di IMB ataupun Dinas Tata Kota setempat. Pastikan untuk memeriksa ukuran di yang tertera di sertifikat, PBB dan IMB, apakah cocok dengan fisiknya?

Demikian beberapa hal yang harus dipastikan sebelum negosiasi harga rumah dengan penjual, sekaligus panduan untuk membeli rumah bekas. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat dan dijadikan referensi ya.

Referensi dari:
https://www.rumah123.com/panduan-properti/tips-beli-rumah-bekas

HAL YANG HARUS DILAKUKAN SETELAH PINDAHAN RUMAH

Pada artikel sebelumnya kita telah membahas hal apa saja yang harus dilakukan sebelum pindahan rumah. Selanjutnya kita akan membahas hal apa saja yang harus dilakukan setelah tiba di rumah baru. Untuk membantu proses adaptasi pindahan dari rumah lama ke rumah baru, berikut beberapa tips yang bisa anda terapkan.

• Tentukan Letak Perabotan yang Besar
Setelah tiba di rumah baru, tentukan dimana akan meletakkan barang-barang besar. Misalnya lemari, tempat tidur, bufet, lemari pajangan, meja belajar dan sebagainya. Sebaiknya, barang-barang besar itu tidak digeser saat dipindahkan, melainkan diangkat, untuk menghindari risiko menggores lantai rumah yang baru.

• Jangan Buru-Buru Membongkar Semua Kotak Barang
Ingat, jangan pernah terburu-buru untuk membongkar semua kotak barang yang sudah dipindahkan. Utamakan untuk membongkar kotak barang yang penting saja. Tunggu hingga semua barang sudah pada tempatnya. Jika sudah, baru dapat membongkar kotak barang satu per satu. Misalnya kardus berisi pakaian, yang bisa langsung dimasukkan ke dalam lemari.

• Set Semua Ruangan
Jika semua barang dari kotak sudah dikeluarkan dan ditempatkan dengan baik, selanjutnya kita bisa mulai mengatur desain tata ruang. Atur tata ruang kamar hingga taman (jika ada). Atur kamar anda dan anak-anak sedemikian rupa agar nyaman ditempati. Jika ada, atur juga tanaman hias yang dibawa dari rumah lama agar halaman rumah baru terlihat lebih asri dan menyegarkan.

• Luangkan Waktu untuk Berinteraksi dengan Sekitar
Setelah selesai mengurus pindahan rumah, perkenalkan diri kita kepada kepala RT dan luangkan waktu untuk melakukan interaksi dengan para tetangga di sekitar rumah baru. Jika urusan di rumah baru sudah selesai, kita juga bisa langsung melapor ke kelurahan setempat untuk membuat surat-surat penting. Setelahnya, beritahukan alamat rumah baru kepada kerabat, relasi, bank, atau pihak asuransi yang berkaitan dengan pekerjaan atau bisnis.

Itulah sejumlah tips pindahan rumah yang harus diperhatikan. Semoga bisa membantu saat pindah rumah ya!

Referensi dari:
https://www.rumah123.com/panduan-properti/tips-pindahan-rumah

PERSIAPKAN HAL INI SEBELUM PINDAHAN RUMAH

Setiap orang yang pindahan ke rumah baru pasti pernah merasa kerepotan. Mengurus barang-barang saat pindahan merupakan salah satu hal yang paling merepotkan. Selain itu, kesalahan yang sering dilakukan saat pindahan rumah adalah mengerjakan segala sesuatunya di hari-hari terakhir sebelum pindahan. Padahal akan jauh lebih baik jika persiapan pindahan tidak dilakukan terburu-buru dan dalam waktu singkat.

Untuk membantu persiapan sebelum pindahan dari rumah lama ke rumah baru, berikut beberapa tips yang bisa anda terapkan.

• Buat Rencana Pindahan Rumah di Hari Libur
Selalu rencanakan waktu pindahan di hari ketika tidak sibuk dengan urusan kantor atau urusan lainnya. Jadi bisa memilih hari libur atau akhir pekan sebagai hari pindahan. Jangan lupa juga untuk menyesuaikan waktu pindahan rumah dengan kenaikan sekolah anak-anak. Dengan begitu, mengurus kepindahan rumah akan lebih mudah lantaran tidak bentrok dengan urusan kantor dan urusan sekolah anak.

• Cari Sekolah Baru untuk Anak
Sebelum pindah rumah, jangan lupa untuk mencari sekolah baru bagi si kecil. Jadi, begitu tiba di rumah baru bisa sedikit lega soal ini. Jangan segan meminta bantuan kepada kepala sekolah atau guru kelas untuk memperkenalkan anak kita kepada teman-teman sekelasnya. Dengan begitu, anak akan lebih mudah beradaptasi dengan teman-teman barunya di sekolah tersebut.

• Tentukan Sistem untuk Memindahkan Barang
Sebelum memindahkan semua barang ke rumah baru, sebaiknya tentukan terlebih dahulu sistem untuk memindahkan barang-barang. Entah dengan menyewa jasa pindahan rumah atau menyewa mobil pick up dan meminta bantuan saudara, teman atau tetangga untuk pindah. Semua itu harus dipertimbangkan terlebih dahulu. Jangan menentukan sistem memindahkan barang secara mendadak ya, karena bisa membuat repot saat hari pindahan.

• Buat Daftar Barang yang Harus Dibawa
Buat daftar barang yang harus dibawa saat pindahan, mana yang akan ditinggal dan mana yang akan diberikan ke tetangga. Kelompokkan juga barang-barang yang akan segera diperlukan di rumah baru dan mana yang tidak. Ingat, jangan pernah memasukkan barang berharga atau surat penting di sembarang tempat. Selalu simpan barang berharga secara terpisah.

• Siapkan Kotak Pribadi
Sebelum pindahan rumah, setiap anggota keluarga diwajibkan memiliki kotak sendiri untuk menyimpan barang-barang pribadinya. Misalnya alat tulis, gadget, pajangan di kamar pakaian dan sebagainya. Setelah itu, minta setiap anggota keluarga untuk memberikan tanda pada kotaknya masing-masing.

• Lapisi Barang Mudah Pecah dengan Kertas dan Pisahkan Makanan
Sebelum dikemas, lapisi dulu piring dan gelas kaca dengan kertas koran. Atau, jika masih ada, masukkan kembali ke dalam dusnya. Tujuannya agar benda-benda itu tidak pecah. Tempat penyimpanannya juga harus diberi tanda kalau isinya merupakan barang pecah. Lalu untuk keamanan tambahan, jangan gabungkan makanan, deterjen dan obat-obatan dalam satu kotak.

• Siapkan Kotak Khusus untuk Mainan Anak
Tentunya tips pindahan rumah yang satu ini berlaku apabila sudah mempunyai anak. Saat menyiapkan kotak khusus mainan anak-anak, jangan lupa bagian luarnya diberi tanda khusus agar si kecil mudah mengenalinya. Minta bantuan anak untuk mengemasinya. Sebisa mungkin untuk memisahkan mainan dan buku-buku koleksi anak.

• Pastikan Tidak Ada Barang yang Tercecer
Pastikan saat pindahan rumah, tidak ada lagi barang yang tercecer. Segera kunci pintu dan jendela apabila tidak ada yang menjaga. Jangan lupa juga untuk memutus saluran telepon, aliran listrik dan air sebelum meninggalkan rumah lama. Periksa lagi semua rekening listrik, telepon dan air sebelum berangkat ke rumah baru, apakah sudah dilunasi atau belum.

• Jangan Meninggalkan Utang
Ingat, jangan pernah meninggalkan utang saat pindahan rumah karena akan memperburuk nama anda sekeluarga. Perlu diingat kalau harus membayar utang sekecil apapun itu. Periksa lagi, apakah pernah memiliki utang pada penjual langganan. Jangan lupa juga untuk pamit pada tetangga dan kepala Rukun Tetangga (RT) agar tidak meninggalkan kesan buruk.
Itulah sejumlah tips sebelum pindahan rumah yang harus diperhatikan. Semoga bisa membantu saat pindah rumah ya!

Referensi dari:
https://www.rumah123.com/panduan-properti/tips-pindahan-rumah

Selasa, 17 Agustus 2021

PERHATIKAN HAL INI SAAT SURVEY RUMAH

Membeli sebuah hunian merupakan hal yang terbilang agak tricky. Menemukan hunian yang tepat dan nyaman untuk ditempati tentu harus melalui serangkaian proses, termasuk survey rumah. Survey merupakan langkah yang wajib dilakukan sebelum membeli rumah. Dengan melakukan survey rumah, tentu calon pembeli dapat melihat secara nyata dan jelas bagaimana kondisi fisik hunian.

Namun terkadang masih banyak yang melakukan kesalahan atau melupakan berbagai hal penting saat melakukan survey rumah. Untuk itu artikel ini akan membahas lebih detail mengenai apa saja yang wajib diperhatikan ketika melakukan survey hunian.

LOKASI HUNIAN

Salah satu hal penting yang wajib diperhatikan ketika melakukan survey adalah mengetahui secara persis seperti apa lokasi dari hunian yang diincar. Lokasi memegang peranan yang penting untuk kenyamanan tinggal, selain itu juga harus mempertimbangkan akses menuju hunian yang diincar. Akses jelas memegang peranan penting, pastikan akses yang dimiliki mudah, dan perjalanan menuju rumah dapat dilakukan dengan menggunakan transportasi umum yang memadai.

Strategisnya lokasi juga dapat memengaruhi harga hunian dan potensi investasi. Oleh karena itu, semakin strategis lokasi, maka harga hunian semakin tinggi. Lokasi yang strategis juga memudahkan dalam mengunjungi berbagai tujuan penting misalnya saja rumah sakit, sekolah, pusat perbelanjaan dan lain-lain. Pertimbangkan juga jarak hunian menuju tempat penting misalnya kantor atau sekolah, pastikan jarak tidak akan menimbulkan permasalahan baru jika menempati rumah baru. Pastikan mobilitas tidak terhambat karena masalah lokasi.

KONDISI FISIK BANGUNAN

Penting untuk memeriksa sendiri seperti apa kondisi fisik hunian yang hendak dibeli. Pastikan hunian layak dihuni, namun jika perlu dilakukan sedikit renovasi pastikan hal itu tidak akan membuat kewalahan. Tapi, lebih baik memilih hunian dengan kondisi baik dan siap huni, oleh sebab itu pastikan melakukan survey rumah secara menyeluruh sehingga tidak ada yang terlewat.

LEGALITAS BANGUNAN

Hal lain yang sangat penting sebelum membeli rumah adalah memastikan tidak ditipu oleh penjual maupun pengembang. Pastikan hunian yang hendak dibeli tidak memiliki masalah soal legalitas dan memiliki surat serta dokumen yang sah. Jangan sampai pengembang juga membangun di atas lahan yang ilegal, karena ini juga akan membawa masalah baru. Jika ragu, ada baiknya berkonsultasi pada ahli atau jasa profesional di bidang ini.

LINGKUNGAN PERUMAHAN

Lingkungan perumahan juga hal yang wajib diperhatikan sebelum membeli rumah. Pastikan lingkungan sekitar perumahan juga nyaman dan sehat, dalam artian tidak ada hal yang dapat mengganggu kenyamanan. Misalnya saja dari segi keamanan, pastikan rumah yang hendak dibeli berada di lokasi yang aman dari potensi tindak kriminal. Lalu pastikan juga rumah jauh dari pabrik atau hal-hal yang dapat menimbulkan polusi, sampah dan bising. Hal ini sangat penting, mengingat kualitas hidup juga dapat dipengaruhi oleh hal-hal di atas.

FASILITAS

Jika mengincar hunian di sebuah perumahan atau bahkan real estate, ada baiknya juga mencari tahu tentang fasilitas yang tersedia. Sudah menjadi hal yang lumrah jika perumahan saat ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas menarik, dan ini juga bisa menjadi hal yang bisa dipertimbangkan. Fasilitas turut menunjang kenyamanan ketika menempati rumah "baru", oleh sebab itu jangan lupa untuk mencari tahu tentang fasilitas yang ada ya!

JANGAN SUNGKAN BERTANYA

Rumah merupakan sesuatu yang penting dan pastinya tidak murah, untuk itu lakukanlah survey dengan benar dan pastikan mendapatkan informasi yang diperlukan. Jangan sungkan untuk bertanya pada penjual mengenai kondisi rumah, dan hal-hal yang berkaitan dengan hunian yang hendak Anda beli. Jika perlu tanyakan juga kondisi lingkungan dan apa saja yang perlu diperhatikan ketika tinggal di lingkungan tersebut. Tak lupa, negosiasi dengan penjual rumah juga sangat penting. Jangan sungkan untuk menggali info sebanyak-banyaknya.

Semoga informasi ini bermanfaat...!!!

Referensi dari:
https://www.rumah123.com/panduan-properti/tips-survey-rumah

PERTIMBANGAN DALAM MENGECAT TEMBOK

Menentukan cat tembok rumah bukanlah hal yang gampang. Ada banyak pertimbangan agar cat dinding yang dipilih membuat kita semakin nyaman di ...