Secara umum, berinvestasi tanah mempunyai banyak keuntungan. Jika melihat ke belakang, orang tua zaman dulu mempunyai banyak rumah dan tanah yang luas. Bagi mereka, rumah dan tanah dianggap mempunyai nilai ekonomis yang tinggi dikemudian hari.
Untuk Anda yang berminat mengikuti jejak orang tua zaman dulu yang gemar berinvestasi tanah, simak beberapa kelebihan berikut ini:
• Harga tanah cenderung naik
Kenaikan harga tanah cenderung terjadi setiap tahun. Selain karena faktor inflasi, hal ini juga dipengaruhi oleh semakin langkanya tanah kosong. Namun, jumlah penduduk terus bertambah dan pembangunan terus berjalan, sehingga membutuhkan lahan atau tanah.
Persentase kenaikan harga tanah tergantung pada lokasi tanah tersebut. Umumnya, kenaikannya mencapai 20–25%. Namun, jika tanah tersebut berada di daerah berkembang yang memiliki akses dan infrastruktur yang baik, bisa jadi kenaikannya mencapai 100% hingga 200% dalam waktu beberapa tahun.
• Sebidang tanah kosong memiliki banyak manfaat
Sebidang tanah kosong bisa dimanfaatkan untuk banyak hal, contohnya dijadikan lahan untuk menanam sayuran dan lahan parkir yang disewakan. Jadi, selain memiliki nilai investasi jangka panjang, sebidang tanah kosong yang dimanfaatkan dengan baik bisa berubah menjadi passive income.
• Tidak memerlukan perawatan yang rumit
Berbeda dengan rumah atau bangunan yang membutuhkan banyak perawatan untuk mencegah kebocoran dan kerusakan, sebidang tanah tidak memerlukan perawatan yang rumit. Biaya rutin yang dikeluarkan juga tidak terlalu banyak, contohnya hanya biaya keamanan untuk mencegah penyalahgunaan properti oleh orang asing dan biaya untuk jasa tukang kebun.
• Risiko kehilangan cenderung kecil
Rumah atau ruko bisa saja mengalami kerusakan besar dan nilai investasinya menjadi berkurang. Investasi lainnya seperti emas atau perhiasan rawan hilang akibat pencurian atau perampokan. Sedangkan tanah, dalam kondisi apapun, selama memiliki surat atau bukti kepemilikannya, akan tetap menjadi milik Anda.
• Tanah bisa dijual utuh atau per kavling
Jika area tanah yang Anda miliki cukup luas, Anda bisa mempertimbangkan untuk menjualnya per kavling. Anda juga bisa menaikkan daya jual tanah dengan membangun beberapa rumah dan menjual dengan sistem cluster. Cara ini dapat membantu meningkatkan keuntungan yang didapatkan, dibandingkan dengan menjual tanah saja secara utuh.
• Kompetisi cenderung minim
Menjual kembali properti seperti rumah, apartemen, atau ruko mungkin membutuhkan waktu lama karena banyak persaingan. Lain halnya jika berinvestasi tanah dan berencana untuk menjualnya kembali. Pesaing Anda lebih sedikit, sehingga tanah lebih mempunyai peluang untuk terjual dengan cepat.
• Daya jual tergantung lokasi
Walaupun kompetisi dalam penjualan tanah cenderung tidak sebanyak kompetisi dalam penjualan rumah, daya jual tanah bergantung pada lokasi. Dalam hal investasi properti, faktor lokasi memiliki peran penting yang menentukan daya jual.
Semoga Informasi Ini Bermanfaat...
Referensi dari: https://www.rumah.com/panduan-properti/12-kelebihan-dan-kekurangan-investasi-tanah-22637
Tidak ada komentar:
Posting Komentar