Saat ini banyak dari kita merasa seperti sedang menghadapi ujian berat dalam kehidupan. Bekerja mencari rejeki sebagai tanggung jawab kepada keluarga terasa berat seiring dengan kondisi yang ada di sekitar kita. Berbagai keterbatasan yang harus kita hadapi sekarang tentunya semakin mempersempit ruang gerak kita dalam berkarya dan bekerja. Namun apapun yang terjadi, ekonomi keluarga haruslah tetap dalam kondisi sehat.
Jika kesehatan ekonomi terganggu, maka akan mengganggu pikiran dan kesehatan jiwa sehingga otomatis mempengaruhi kesehatan raga. Atau malah sebaliknya, kesehatan raga kita terganggu lalu mempengaruhi kesehatan jiwa dan selanjutnya mengancam kesehatan ekonomi kita. Dan tentu saja kita tidak ingin kesehatan raga menurun di saat kondisi seperti sekarang ini.
Pandemi covid-19 yang terjadi saat ini kebanyakan menyerang orang yang imunitasnya turun atau ketika raga sedang tidak dalam kondisi sehat. Jika boleh memberi analogi, fenomena covid-19 ini seperti orang yang tidur ngorok. Sedangkan kesehatan ekonomi seperti khutbah jum'at. Sampai disini jangan keburu untuk tertawa ya.
Coba bayangkan ketika kita sedang fokus mendengarkan khutbah jum'at. Tiba-tiba makmum disebelah kita tertidur sambil ngorok dengan asyiknya. Bunyi dengkurannya seakan menjadi titik dan koma khotib yang sedang membacakan khutbahnya. Lalu apa yang harus kita lakukan dalam menghadapi situasi seperti ini.
Melawan atau istilah halusnya menegur bukanlah solusi karena hanya akan menggugurkan pahala sholat jum'at kita. Asal tahu saja, menegur justru akan semakin mengeraskan suara dengkurannya. Coba saja kalau tidak percaya... Haha
Berpindah tempat pun belum tentu menjamin kekhusyu'an kita dalam menghindari dengkuran makmum lain. Lagian mau pindah tempat juga sudah terkunci (lockdown) di barisan shaf tersebut. Sangat dilema memang kondisi seperti ini.
Mencoba untuk tetap fokus terhadap khutbah adalah kunci utama. Berusaha menjaga kesehatan ekonomi kita semaksimal mungkin merupakan solusi dalam menghadapi kondisi saat ini. Ketika pemasukan tidak menentu sedangkan pengeluaran tidak bisa diajak kompromi, saatnya kita memilah mana yang menjadi kebutuhan dan mana yang cuma keinginan. Tahan diri untuk tidak melakukan hal yang tidak perlu. Belilah barang yang sesuai kebutuhan.
Jika memang terpaksa harus melewati batasan yang ada, kita harus lakukan sesuai prosedur yang dianjurkan. Marilah kita bersama menjaga kesehatan dan kebersihan di sekitar kita. Banyak penyakit bersumber dari pikiran dan jiwa. Oleh karena itu mulai dari sekarang kita jaga jiwa agar tetap sehat dengan pikiran yang positif. Jiwa yang sehat adalah pondasi dari raga yang sehat untuk mencapai ekonomi yang sehat pula.
Semoga bermanfaat...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar