Pada umumnya kita bekerja adalah mencari income untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Setelah kebutuhan pokok atau primer tercukupi, biasanya sisa income akan ditabung. Akan tetapi kebutuhan sekunder, jajan atau kebutuhan tambahan lainnya sering menggoda nafsu kita untuk menunda agenda nabung tadi.
Secara manusiawi keinginan untuk jajan dan sebagainya adalah hal yang wajar. Namun penting bagi kita juga untuk menjaga kesehatan keuangan. Finansial yang sehat harus memperhatikan antara pemasukan dan pengeluaran uang. Jika pengeluaran nilainya jauh lebih besar dari pemasukan, maka keuangan kita bisa dikatakan tidak sehat alias sakit. Untuk menjadi sehat, kita harus menekan pengeluaran dan itu sangat merugikan nasfu kita untuk jajan dan lain sebagainya. Atau kita lakukan cara yang lain yaitu meningkatkan pemasukan kita.
Setelah keuangan menjadi sehat barulah kita bisa menabung dengan tenang. Hasil dari tabungan bisa digunakan untuk membeli aset. Dalam prinsip akuntansi, aset adalah yang kita miliki dari akumulasi modal tabungan dan hutang. Disini kesehatan keuangan kita kembali diuji apakah aset kita lebih besar atau lebih kecil dari nilai hutang.
Aset inilah hasil jerih payah dari apa yang kita tabung. Kerugian yang kita rasakan dari usaha menekan nafsu jajan dan sebagainya akan menjadi investasi besar di kemudian hari. Segera mungkin kita harus upgrade tabungan kita menjadi sebuah investasi di masa depan untuk mencapai tujuan keuangan yang kita harapkan. Lagi-lagi akan ada kerugian yang kita dapati. Kerugian untuk tidak tergoda menfoyakan waktu, uang dan tenaga kita. Tapi ada keuntungan besar yang akan kita dapat di masa depan.
Investasi mampu menjawab inflasi yang tidak bisa ditekan oleh tabungan. Banyak investasi yang bisa dipilih baik berupa emas, tanah, rumah dan lain sebagainya. Setelah investasi kita banyak, perlu kiranya untuk melindungi aset dengan asuransi supaya aman. Sangat tidak adil jika terjadi sesuatu resiko kemudian aset kita habis begitu saja padahal kita telah bersusah payah untuk mengumpulkannya.
Segala hal yang kita lakukan pasti mempunyai konsekuensi tersendiri agar tujuan finansial dapat tercapai. Ada kerugian yang harus dialami untuk mencapai keuntungan. Ada hal tidak enak yang harus dihadapi jika ingin merasakan hal yang nikmat dan nyaman di kemudian hari.
Semoga informasi ini bermanfaat... Amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar