Saat mencari informasi rumah dijual, kita mungkin mengumpulkan banyak brosur dan informasi dari berbagai sumber. Diantara informasi tersebut, kita pernah melihat tawaran sebuah komplek perumahan yang belum dibangun. Sebenarnya ada dua pilihan hunian yang umum dipakai dalam pembangunan dan pemasaran, yakni ready stock dan inden. Dua pilihan rumah dijual ini pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Bagi yang memiliki dana lebih dalam membeli rumah tentu saja sebaiknya pilih hunian ready stock. Namun bagaimana kalau memiliki dana pas-pasan? Tak perlu khawatir, kita bisa memilih rumah inden sebagai alternatif. Rumah inden dibanderol harga lebih murah dibanding rumah siap huni. Namun ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum membelinya.
Rumah inden adalah proyek hunian yang masih berupa rancangan dan belum siap dibangun apabila belum memenuhi kuota pembelian. Jadi kita bisa membeli rumah inden meskipun belum siap huni dan belum ada wujud fisik bangunannya. Masa pembangunan hunian inden rata-rata 12 sampai 24 bulan untuk siap dihuni oleh pembeli.
Dalam skema pembelian rumah inden, kita bisa menggunakan beberapa cara untuk membelinya. Mulai dari pembelian via agen properti, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) ke developer hingga KPR syariah ke bank. Alasan developer menjual rumah inden, yaitu mereka mengandalkan kucuran dana dari pembeli untuk membangun sebuah rumah.
Nah, biasanya developer akan bekerja sama dengan bank untuk menyediakan fasilitas pinjaman. Pembayaran KPR bagi rumah inden pun biasanya diterima pengembang sejak akad kredit rumah ditandatangani. Pengembang dapat melakukan pembangunan setelah proses KPR rumah inden selesai, jadi tetap ada pembayaran meskipun pembangunan belum dilaksanakan.
Semoga informasi ini bermanfaat ya...
Referensi dari:
https://www.rumah123.com/panduan-properti/tips-beli-rumah-inden
Tidak ada komentar:
Posting Komentar